WoW dotA Allstars

This is Description

Kamis, 11 Oktober 2012

Bukti Bulan

saya punya beberapa cerita pendek yang adik saya buat ya siapa tau menarik dan membuat anda semua yg melihat penasaran :D

                                                              BUKIT BULAN

“Bu coba lihat itu. Cahanya indah sekali bukan?”
“Iya nak kamu benar. Tapi hati-hati mloh nak.”
“Memangnya ada apa bu?”
“Cahaya itu sangat berbahaya nak. Itu adalah cahaya yang sangat misterius. Kamu tahu tidak? Cahayanya keluar dari dalam tanah. Semua orang tak ada yang tahu dari mana asal cahaya yang nampak seperti bulan itu. Baginda raja pun sudah memerintahkan beberapa orang sakti untuk mencari tahu sumber cahaya itu. Tetapi kamu tahu apa hasilnya?”
“Tidak bu. Apa yang terjadi?”
“Tak satupun dari mereka pulang dengan selamat. Ada yang lumpuh, buta, hilang tangannya bahkan mati nak. Pokoknya tempat itu sangat terlarang dan membahayakan. Jangan sekali-kali kamu main disitu kalau tidak ingin celaka.”
“Ibu aku takut.. seram sekali tempat itu. Aku tidak akan pernah mendatangin tempat berbahaya itu bu.” Ujar seorang anak sambil memegang erat tangan sang ibu.
Sekilas adalah percakapan seorang ibu dan anak sepulang mencari kayu di hutan. Mereka adalah rakyat negeri Penegak. Negeri penegak adalah sebuah negeri kecil yang tidak memiliki banyak penduduk. Negeri ini teramat masyur dan tentram. Rakyatnya selalu tolong-menolong dalam mengerjakan semua hal.
Tidak jauh dari negeri Penegak, ada sebuah hutan belantara yang sekarang bernama Bukit Bintang. Hutan belantara ini belum didiami oleh manusia. Bukit Bintang memiliki sebuah rahasia yang belum dapat dipecahkan sampai sekarang. Baginda raja sudah lama mengamati bahwa pada malam dan pagi hari bukit bintang selalu memancarkan sinar bulan dari dalam bumi. Hal ini membuat heran semua rakyat negeri Penegak. Umumnya cahaya bulan disinarkan dari lagit tetapi berbeda halnya dengan Bukit Bintang.
Melihat hal aneh ini baginda sudah berusaha untuk menyelidikinya, tetapi tidak membuahkan hasil apa-apa. Tidak tinggal dia, bagindapun menyuruh orang lain untuk mencari tahu sumber cahaya itu. Bukan hasil yang didapat tetapi malapetaka yang dapat oleh mereka. Sepulang melakukan penyelidikan, hanya sedikit orang yang dapat kembali dengan selamat tanpa hasil yang sia-sia.
Ada yang pulang hanya membawa dendam, ada yang lumpuh dan ada pula yang bisu. Bahkan ada yang tidak kembali dengan selamat. Karena tidak ingin menelan lebih banyak korban lagi, baginda memutuskan untuk menghentikan penyelidikan itu. Sinar bulan yang muncul dari dalam tanah di Bukit Bintang tetap lah menjadi teka-teki selamanya.
Pagi itu cuaca di sekitar negeri Penegak sangat cerah. Burung-burung berkicauan, bunga-bunga bermekaran dan terdengar tawa anak kecil bermain gembiranya. Keceriaan ini tak sama halnya dengan seorang pengembara dari tanah Minangkabau. Seorang lelaki muda tersebut berjalan tak tentu arah hingga berhenti tepat di depan rumah baginda raja.
Raut muka pemuda terlihat murung dan kelelahan. Melihat hat itu raja menghampirinya dan mengajaknya untuk masuk kedalam istana.
“Wahai anak muda.. Siapakah engkau. Dari mana engkau berasal. Nampaknya kau datang dari jauh dan terlihat tetah.” Kata raja kepada orang asing tersebut setelah mereka berhadapan.
“Hamba adalah Datuk Mengkuto Sati tuan. Hamba berasal dari negeri Minangkabau tuan. Hamba menempuh perjalanan ini dengan berjalan kaki tuan.” Jawab pemuda itu.
“Jauh sekali nak kau berjalan. Kau terlihat sangat letih nak. Beristarahatlah di kediaman ku.”
“Terimakasih banyak tuan. Tuan jika engkau berkenan terimalah hamba yang malang ini tuan. Hamba tidak tahu harus kemana lagi hamba berjalan.”
“Baik lah nak. Aku akan mengangkatmu menjadi anak angkatku.” Jawab raja.
Pemuda itu merantau ke Jambi karena ingin merajuk. Ia telah menempuh perjalanan yang sangat lama. Mendaki gunung, membelah hutan belantara, melewati lembah dan mengarungi sungai. Berkat kesaktiannya taksedikitpun terdapat lecet pada tubuhnya.
Raja menerima pemuda ini dengan rasa gembira. Pemuda ini memiliki tutur kata yang lemah lembut. Budi bahasanya baik. Sikapnya sangat sopan. Ia memiliki wajah yang tampan dan selalu bersinar. Pemuda ini juga selalu bijak dala mengambil keputusan. Raja sangat menyukainya. Tak heran Datuk Mengkuto diangkat sebagai anak oleh raja.
Sudah lama Datuk Mangkuto tinggal dalam lingkungan kerajaan. Raja berharap ia dapat membawa kebaikan untuk negeri Penegak. Suatuhari Datuk Mangkuto diperintahkan oleh raja untuk menyelidiki sinar bulan yang berasal dari dalam bumi yang berada di hutan belantara sebelah barat dari negeri mereka. Raja memamng sangat berharap Datuk Mngkuto dapat menjawab teka-teki mereka selama ini.
“Anakku, apa engkau melihat cahaya dari sebelah barat itu?” Tanya raja kepadanya.
“Ya Tuanku, sudah lama hamba mengetahuinya. Cahaya itu seperti cahaya bulan bukan?” Jawab Datuk Mangkuto.
“Itulah yang menjadi pertanyaan kamu selama ini anakku. Sudah puluhan orang aku kirim untuk menyelidiki asal cahaya itu tetapi tak satupun yang dapat memberikan jawaban. Tak jarang mereka pulang tanpa nyawa. Aku sendiri sudah berusaha untuk mencari tahunya tetapi akupun tidak mendapatkan jawabannya. Anakku aku sangat berharap kamu dapat menjawab teka-teki kami selama ini.”

0 komentar:

Poskan Komentar